agungpranoto

oase

kisah anak elang

Sore itu udara agak panas, sisa dari panas terik sang surya pada siang hari masih terasa. Seorang petani pulang dengan membawa alat kerja, cangkul di pundak dan wadah bekal makan siang yang saat ini telah kosong ditenteng di tangan kirinya. Isi wadah, yang berupa nasi, sayur dan lauk masakan istri tercinta telah berpindah kedalam perut siang tadi dan memberinya tenaga sehingga dapat menyelesaikan garapan di sawah hari itu. Ketika sampai di pinggiran kampung, tepat dibawah sebuah pohon besar tanpa sengaja sang petani menemukan seekor anak burung yang tergeletak diatas tanah. Mungkin dia jatuh dari sarang atau diambil paksa oleh hewan pemangsa dan terjatuh, entahlah. Si anak burung menciap dan berusaha menggerakkan sayapnya yang belum sempurna betul. Kakinya-pun coba untuk ia gerakkan namun apa daya, kekuatan otot belum memadai untuk membawanya berlari. Apalagi terbang. Demi melihat hal itu, sang petani merasa kasihan. Dibawa anak burung ke rumah.

Baca selebihnya »

28 28, 2009 Posted by | tulisan lepas | Tinggalkan sebuah Komentar

angin dan awan

Alkisah, suatu waktu terjadi komunikasi antara awan dengan angin. Ini terjadi karena si Angin melihat si Awan yang kerjanya hanya berjalan kesana kemari seolah tanpa tujuan dan tidak memiliki kekuatan yang memadai, karena hal tersebut timbul sifat iseng si Angin untuk berusaha mengerjainya. “Hai Awan, mari kita tunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita !” tantang si Angin kepada Awan. Sang Awan dengan kalem menjawab, “Baik, apa yang akan kau jadikan tantangan ?”. Si Angin menjawab dengan pongah, “Kamu lihat seseorang dengan baju merah muda dibawah itu, bagaimana jika kita adu kekuatan sehingga orang tersebut menanggalkan pakaiannya”. “Siapa yang dapat membuat orang tersebut menanggalkan pakaiannya, maka dialah pemenangnya,” tambah si Angin lagi. “Baik, aku terima tantanganmu” kata Awan.
Baca selebihnya »

28 28, 2009 Posted by | tulisan lepas | Tinggalkan sebuah Komentar

tali rafia

Kami sekeluarga (saya bersama istri dan anak semata wayang kami, berumur 5 tahun) memiliki kebiasaan berkendaraan roda dua jika hendak menengok orang tua yang kebetulan jauh di salah satu kabupaten di daerah pantai utara Jawa sana. Ini kami tempuh karena alasan menghemat waktu dan biaya. Jika kami mempergunakan mobil angkutan umum, akan menempuh waktu 5-6 jam sampai disana ditambah lagi ongkos yang mencapai 35 ribu rupiah per orang sekali jalan. Bisa dibayangkan jika kami sekali jalan akan menghabiskan lebih 100 ribu rupiah. Ditambah anak dan istri yang hampir dipastikan akan menderita mabuk dalam perjalanan. Jika naik kendaraan bermotor roda 2, waktu tempuh 3 jam dan biaya sekitar 30 ribu rupiah saja. Lebih hemat.

Baca selebihnya »

7 07, 2008 Posted by | tulisan lepas | | Tinggalkan sebuah Komentar

dua orang tukang kayu

Tersebutlah dua orang tukang kayu yang tinggalnya bersebelahan. Pekerjaan keduanya setiap hari adalah memotong kayu menjadi potongan yang kecil-kecil dengan kampak, untuk kemudian dijual di kota. Keduanya adalah pekerja keras. Karena pekerjaan mereka memotong kayu, maka disekeliling rumah mereka masing-masing terdapat tumpukan kayu hasil kerja mereka selama ini. Namun dari tumpukan tersebut terdapat perbedaan yang cukup mencolok. Tumpukan salah satu tukang kayu menjulang tinggi sementara yang lainnya tidak. Hasil kerja salah satu tukang kayu tersebut sangat banyak sedangkan potongan tukang kayu lainnya sedikit.

Baca selebihnya »

7 07, 2008 Posted by | tulisan lepas | | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.