agungpranoto

oase

kisah anak elang

Sore itu udara agak panas, sisa dari panas terik sang surya pada siang hari masih terasa. Seorang petani pulang dengan membawa alat kerja, cangkul di pundak dan wadah bekal makan siang yang saat ini telah kosong ditenteng di tangan kirinya. Isi wadah, yang berupa nasi, sayur dan lauk masakan istri tercinta telah berpindah kedalam perut siang tadi dan memberinya tenaga sehingga dapat menyelesaikan garapan di sawah hari itu. Ketika sampai di pinggiran kampung, tepat dibawah sebuah pohon besar tanpa sengaja sang petani menemukan seekor anak burung yang tergeletak diatas tanah. Mungkin dia jatuh dari sarang atau diambil paksa oleh hewan pemangsa dan terjatuh, entahlah. Si anak burung menciap dan berusaha menggerakkan sayapnya yang belum sempurna betul. Kakinya-pun coba untuk ia gerakkan namun apa daya, kekuatan otot belum memadai untuk membawanya berlari. Apalagi terbang. Demi melihat hal itu, sang petani merasa kasihan. Dibawa anak burung ke rumah.

Baca selebihnya »

28 28, 2009 Posted by | tulisan lepas | Tinggalkan sebuah Komentar

angin dan awan

Alkisah, suatu waktu terjadi komunikasi antara awan dengan angin. Ini terjadi karena si Angin melihat si Awan yang kerjanya hanya berjalan kesana kemari seolah tanpa tujuan dan tidak memiliki kekuatan yang memadai, karena hal tersebut timbul sifat iseng si Angin untuk berusaha mengerjainya. “Hai Awan, mari kita tunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita !” tantang si Angin kepada Awan. Sang Awan dengan kalem menjawab, “Baik, apa yang akan kau jadikan tantangan ?”. Si Angin menjawab dengan pongah, “Kamu lihat seseorang dengan baju merah muda dibawah itu, bagaimana jika kita adu kekuatan sehingga orang tersebut menanggalkan pakaiannya”. “Siapa yang dapat membuat orang tersebut menanggalkan pakaiannya, maka dialah pemenangnya,” tambah si Angin lagi. “Baik, aku terima tantanganmu” kata Awan.
Baca selebihnya »

28 28, 2009 Posted by | tulisan lepas | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.